Lhokseumawe, Harian Investigasi - Dukungan terhadap Dr. Baidhawi, S.P., M.P. dalam bursa bakal calon Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe datang dari organisasi Elang Tiga Hambalang. Dewan Pimpinan Nasional (DPN) bersama Dewan Pimpinan Daerah/Provinsi (DPP) Elang Tiga Hambalang Aceh secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada Dr. Baidhawi untuk maju sebagai salah satu bakal calon Rektor Unimal.
Pernyataan dukungan tersebut disampaikan langsung oleh jajaran pengurus pusat dan daerah Elang Tiga Hambalang. Dukungan itu disebut sebagai bagian dari komitmen organisasi untuk turut mendorong kemajuan pendidikan tinggi di Aceh, khususnya Universitas Malikussaleh sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di wilayah tersebut.
Ketua Umum DPN Elang Tiga Hambalang, Safrizal, mengatakan dukungan diberikan karena pihaknya menilai Dr. Baidhawi memiliki pengalaman dan kapasitas yang dibutuhkan untuk membawa Unimal ke arah yang lebih maju.
“Kami melihat Dr. Baidhawi, S.P., M.P. sebagai sosok akademisi yang berintegritas tinggi, visioner, dan memiliki dedikasi luar biasa terhadap dunia pendidikan,” kata Safrizal.
Menurut Safrizal, tantangan perguruan tinggi ke depan tidak hanya berkaitan dengan penguatan akademik, tetapi juga kemampuan membangun tata kelola, meningkatkan daya saing, serta menciptakan lingkungan kampus yang mampu menjawab perkembangan zaman.
“Universitas Malikussaleh membutuhkan pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga mampu mengayomi serta membawa perubahan nyata. Kami dari pengurus pusat memberikan dukungan penuh agar beliau dapat memimpin Unimal menuju kampus yang unggul, berdaya saing global, dan berprestasi,” ujarnya.
DPP Elang Tiga Hambalang Aceh Soroti Rekam Jejak
Senada dengan DPN, Ketua DPP Elang Tiga Hambalang Aceh, Iskandar Muda, menyatakan dukungan organisasi tersebut didasarkan pada penilaian terhadap rekam jejak dan kapabilitas Dr. Baidhawi.
Iskandar mengatakan Elang Tiga Hambalang Aceh berharap proses regenerasi kepemimpinan di Universitas Malikussaleh dapat menghasilkan pemimpin yang mampu memperkuat peran kampus dalam pembangunan Aceh.
“Sebagai wadah pergerakan di Aceh, kami meyakini bahwa rekam jejak dan kapabilitas Dr. Baidhawi sudah tidak diragukan lagi. Beliau adalah figur yang tepat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di Unimal,” ujar Iskandar Muda.
Ia berharap kepemimpinan Unimal ke depan tidak hanya berorientasi pada penguatan institusi, tetapi juga mampu memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat dan pembangunan daerah.
“Bersama Dr. Baidhawi, kami optimis Unimal Lhokseumawe akan semakin maju, berkontribusi besar bagi pembangunan daerah, serta melahirkan generasi muda Aceh yang berkarakter, unggul, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Dorong Pendidikan Aceh Semakin Berdaya Saing
Dukungan DPN dan DPP Elang Tiga Hambalang Aceh tersebut menjadi bagian dari perhatian organisasi terhadap masa depan pendidikan tinggi di Aceh. Organisasi itu menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mencetak sumber daya manusia sekaligus menjadi salah satu penggerak pembangunan daerah.
Melalui motto “Bersama Membangun Pendidikan untuk Aceh yang Lebih Baik”, Elang Tiga Hambalang berharap proses pemilihan Rektor Universitas Malikussaleh dapat berlangsung secara lancar, kondusif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Keluarga besar Elang Tiga Hambalang juga berharap proses tersebut menghasilkan kepemimpinan yang amanah dan mampu membawa kemajuan bagi civitas akademika Universitas Malikussaleh serta memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat Aceh.
Bagi Elang Tiga Hambalang, dukungan kepada Dr. Baidhawi merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk ikut mendorong penguatan kualitas pendidikan di Aceh. Kepemimpinan perguruan tinggi ke depan diharapkan mampu menjawab tantangan global sekaligus tetap berpijak pada kebutuhan pembangunan daerah dan kepentingan masyarakat.
Dengan demikian, dinamika bursa bakal calon Rektor Universitas Malikussaleh kini turut mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi di Aceh. Sementara itu, proses pemilihan dan penetapan Rektor Unimal tetap menjadi bagian dari mekanisme resmi universitas sesuai ketentuan yang berlaku.
Red